Sabtu, 22 Maret 2014

Tim Pemantau Dan Evaluasi Jadwal Kapal

.



Merak -  Untuk melayani pelanggan atau pemakai jasa yang optimal dan memperoleh trip yang maksimal ,Gapasdap Merak - Bakauheni membentuk tim Pemantau dan Evaluasi jadwal kapal,hal ini dilakukan karena rata - rata kapal banyak yang mengapung untuk menunggu Dermaga,dan hal ini dikeluhkan oleh pemakai jasa ,rata - rata mengapung antara 3 - 5 jam kapal mengapung akibat kapal depannya molor jadwal ,Justru yang sering molor lama adalah kapal milik pihak ASDP ( Port link 1,Port link 3 dan Jatra ) padahal mereka pengelola pelabuhan sekaligus pengatur layanan jadwal ,

Berdasarkan hal di atas maka wacana pembentukan tim pemantau jadwal di gulirkan oleh Gapasdap,dimana anggota tim terdiri dari semua perusahaan pelayaran ( operator kapal ) dan pihak ASDP,tim ini dibagi pershif dan terjun langsung di tiap dermaga
»»  Lanjut...

Senin, 21 Oktober 2013

Pelabuhan Merak Dapat Tambahan Kapal Mewah Dharma Rucitra I





MERAK - BAKAUHENI - Pelabuhan Merak mendapat tambahan operasional satu kapal untuk penyebrangan Merak-Bakauheuni dan sebaliknya, yakni Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Rucitra I. Dengan begitu, maka total kapal di pelabuhan tersibuk ini menjadi 40 unit untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat luas.
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Suroyo Alimoeso mengungkapkan, dengan penambahan jumlah kapal tersebut maka diharapkan pelayanan terus meningkat. "Saatnya kita memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik, kita manjakan masyarakat," ujar Suroyo dalam peresmian kapal di Merak, Jumat (18/10).  
Saat ini menurut Suroyo terdapat 210 lintasan penyebrangan yang dilayani 286 kapal. 42 lintasan sudah komersil yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry dan BUMD. Sebagai pelabuhan tersibuk, Merak menurut Suroyo juga terus meningkatkan kapasitas dan pelayanan. Saat ini tengah disiapkan dermaga ke enam. 
Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama, Bambang Harjo mengungkapkan, kapal yang akan beroperasi itu didatangkan dari Jepang dengan fasilitas menarik dan pertama kalinya di Indonesia yang terdapat eskalator sehingga dapat meningkatkan kenyamanan penumpangnya.
"Selain itu, semua ruangan ber-ac, live music, karaoke, pijat, layanan cuci ban kendaraan, juga tersedia area bermain anak-anak dan layanan medis," ujar Bambang.
»»  Lanjut...

Jumat, 26 Juli 2013

PT ASDP Tawarkan Dua Opsi

.
MERAK, BP - PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) memberikan dua opsi kepada pemerintah terkait penanganan antrean kendaraan di Pelabuhan Merak, terutama pada musim arus mudik Lebaran. Opsi tersebut adalah memberikan discount hingga 50 persen kepada calon penumpang kapal yang mau menyeberang ke Bakauheni, dan opsi kedua adalah menaikan harga tiket sebesar 50 persen bagi mereka yang mau melakukan penyeberangan di malam hari.
Hal itu terungkap saat Dirut PT ASDP, Danang Baskoro menyapaikan persiapan angkutan arus mudik Lebaran 2013, di ruang VVIP PT ASDP Cabang Merak, Rabu (24/7).
Danang pun mengungkapkan alasan munculnya dua opsi tersebut. Menurutnya, perjalanan kapal roro di lintasan Merak-Bakauheni hanya terjadi kepadatan pada malam hari, sementara pada siang hari hampir semua kapal yang beroperasi dalam keadaan kosong atau tanpa penumpang. Penumpukan penumpang pada malam hari itulah yang menurutnya menyebabkan antrean dan kepadatan luar biasa di Pelabuhan Merak.
“Kalau malam memang padat, tapi di siang hari kapal tidak punya penumpang. Ini jelas ketimpangan yang perlu dicari solusinya. Makanya muncul tawaran dua opsi itu, yang berlaku hanya saat arus mudik Lebaran saja,” terangnya.
Masih kata Danang, jika harga tiket pejalan kaki Rp13.000, maka bagi pemudik yang mau melakukan perjalanan di siang hari akan mendapatkan discount 50 persen, sehingga penumpang hanya perlu membeli tiket Rp6.500 saja. “Demikian sebaliknya, penumpang yang melakukan perjalanan malam akan dinaikkan 50 persen, jadi mereka harus membeli tiket dengan harga Rp19.500. ini opsi yang sudah saya tawarkan. Intinya satu, agar pemudik yang melakukan perjalanan bisa merata baik siang maupun malam,” jelasnya.
Stimulus yang dia sebut sebagai pemanis semacam itu perlu dilakukan, agar penumpang mau melakukan perjalanan di siang hari. Dan masyarakat akhirnya punya pilihan, kalau mau murah dan dapat discount ya nyeberangnya pada siang hari saja. “Ini yang menurut saya perlu dicermati. Toh hanya diberlakukan pada arus mudik saja. Tujuannya tentu saja agar tidak terlalu pada di malam hari dan lengang di siang hari,” tandasnya.
Namun, opsi yang ditawarkan Danang sejak dua bulan lalu itu hingga kemarin belum mendapatkan persetujuan. Menurutnya, Dirjen Perhubungan Darat hanya mau kalau harga tiket didiscount di siang hari, sementara di malam hari harganya tetap. Alasannya karena takut memberatkan masyarakat. “Kalau begitu ya tentu saja operator kapal yang keberatan. Idealnya menurut saya siang discount malam naik,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Danang juga mengkhawatirkan kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan bahwa truk non sembako dibatasi mulai H-4 Lebaran.
Menurutnya, kebijakan pembatasan truk yang akan menyeberang itu terlalu mepet dengan prediksi puncak arus mudik yang akan terjadi pada H-5. “Anda bisa bayangkan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-5, sementara truk yang akan menyeberang distop sementara pada H-4. Jelas ini akan menyebabkan antrean panjang,” ujarnya kepada BANTEN POS, kemarin.
Menurutnya, antrean pasti akan terjadi sebab kemampuan areal parkir Pelabuhan Merak hanya 3.562 kendaraan, sementara kendaraan yang akan menyeberang dan masuk ke Pelabuhan Merak lebih dari jumlah itu. “Karenanya saya berharap agar persoalan antre ini tidak menjadi momok yang menakutkan. Media juga perlu memberikan pemahaman kepada pengguna jasa bahwa antre adalah sebuah keniscayaan. Antre itu ya untuk lancar, jadi jangan dianggap sesuatu yang menakutkan,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Merak, Togar Napitupulu menyambut baik opsi yang ditawarkan Dirut PT ASDP itu. Berdasarkan data BANTEN POS, Togar memang sudah menghembuskan masalah itu sejak arus mudik 2011 lalu. Namun, Togar mengaku discount yang mencapai 50 persen itu terlalu tinggi, yang dikhawatirkan akan terjadi penumpukan juga di siang harinya.
“Kalau down dan up-nya 50 persen itu terlalu tinggi. Bisa-bisa nanti kita yang kewalahan. Idealnya ya 25 persen lah,” kata Togar.
Perihal alat keselamatan seperti pelampung yang menjadi perhatian Menteri Perhubungan, EE Mangindaan, Togar menegaskan bahwa semua kapal yang ada di Merak sudah memenuhi standar semua. Bahkan jauh lebih besar persediaan pelampung itu dari pada kapasitas kapal. “Kita sudah siap semua. Bahkan pelampung yang ada di masing-masing kapal jauh lenih banyak dari kapasitas penumpang. Anda bisa cek setiap kapal,” pungkasnya.(IGO)

»»  Lanjut...

Ini Persiapan ASDP Sambut Arus Mudik Lebaran

.
Jakarta – Menyambut arus mudik lebaran tahun ini, berbagai persiapan dilakukan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero).
Persiapan yang dilakukan antara lain peningkatan kehandalan kapal dan infrastruktur pelabuhan, peningkatan pelayanan, serta peningkatan koordinasi dengan berbagai pihak di pelabuhan.
"PT ASDP bertekad memberikan layanan yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya," ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Danang S Baskoro dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (24/7/2013).
Dalam hal kehandalan kapal, lanjut Danang, ASDP menurunkan kapal-kapal baru untuk mengangkut pemudik. Portlink siap mengangkut pengguna jasa di lintasan Merak - Bakauheni.
Selain itu, berdasar data pola operasi pada arus mudik dan balik nanti telah disiapkan kapal-kapal yang handal untuk beroperasi sebanyak 28 kapal.
"Kehandalan kapal ini dilihat dari kondisi kapal selama satu bulan terakhir dimana kapal-kapal tersebut telah melakukan proses docking sebelum masa operasi angkutan lebaran," jelasnya.
Sementara terkait kesiapan infrastruktur pelabuhan, seluruh dermaga di pelabuhan siap menampung kendaraan dengan kapasitas maksimal. Demikian pula dengan sarana prasarana pendukung lainnya seperti posko keamanan, pusat informasi dan keluhan, ruang kesehatan, ruang ibu menyusui dan lain sebagainya.
"ASDP menyediakan tenda sepanjang 600 meter khusus untuk pengendara sepeda motor dalam mengantisipasi terjadinya hujan. Sehingga pengguna jasa tidak kehujanan dan bisa lebih nyaman menunggu," imbuhnya.

Oleh: Fajar Sudrajat - Editor: Masruroh
»»  Lanjut...

Selasa, 23 Juli 2013

Gallery Armada Dharma Lautan Utama

Armada Dharma Lautan Utama
»»  Lanjut...

Kamis, 18 Juli 2013

3 Armada Kapal DLU Siap Layani Angkutan Lebaran 2013

.
Dharma Lautan Utama  Dalam menyambut Lebaran 2013 siap ikut melayani layanan Angkutan lebaran musim ini ,dengan menyiapkan 3 kapal ,dimana kapal - kapal ini setiap harinya beroperasi di lintasan Merak - Bakauheni,Layanan pelanggan tetap akan di pertahankan sebagai wujud komitment perusahaan " We Serve The Nation
Layanan di atas kapal tetap gratis semuanya ,pelanggan bebas memilih tempat karena semua tempat ruang penumpang ber - AC ,pelanggan / penumang banyak pilihan tempat, yaitu kursi duduk dan lesehan

Kapal - Kapal DLU yang akan di Siapkan untuk Angkutan Lebaran 2013 Lintasan Merak - Bakauheni




»»  Lanjut...

42 Armada Kapal Merak - Bakauheni Siap Layani Pemudik Lebaran 2013

.

 Merak - Bakauheni - PT Angkutan Sungai, danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry menyiapkan 42 kapal untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang pada arus mudik dan balik penumpang Lebaran 2013 di lintasan Bakauheni-Merak.

"Setiap hari kami operasikan 28 hingga 29 kapal feri untuk mengangkut penumpang dan kendaraan dari Bakauheni ke Merak atau sebaliknya," kata Manager Operasi PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Heru Purwanto di Bakauheni, Lampung Selatan, Kamis (11/7).

Ia menyebutkan, sejumlah kapal feri yang dioperasikan di rute Merak-Bakauheni sudah hampir selesai diperbaiki dan menjalani perawatan rutin, sehingga menjelang masa angkutan Lebaran siap digunakan.

Menurut Heru, kapal feri berdaya angkut besar juga dioperasikan sebagai angkutan Lebaran. "Lima dermaga di Pelabuhan Bakauheni dan di Merak dalam kondisi siap digunakan," katanya.

Areal parkir di Pelabuhan Bakauheni, tambahnya, juga sudah disiapkan dan mampu menampung 6.000 kendaraan pribadi.

Pelabuhan Merak dan Bakauheni adalah pelabuhan penyeberangan utama bagi penduduk Jawa yang hendak menuju Sumatra maupun sebaliknya. Pada puncak arus mudik dan balik Lebaran jumlah penumpang bisa mencapai 100.000 orang untuk penyeberangan selama 24 jam. Sedangkan jumlah kendaraan mencapai puluhan ribu unit. (Ant)






»»  Lanjut...