Selasa, 25 November 2014

Presiden Jokowi Minta Pelabuhan Merak Dikembangkan Dan Perlu Peningkatan Manajemen

.
Presiden Joko Widodo Melakukan Blusukan Ke Pelabuhan Merak ,dalam Kunjungan tersebut Jokowi Minta Pelabuhan Merak dikembangkan untuk mengantipasi pelayanan penumpang 50 - 100 ke depan,

Pernyataan itu ia sampaikan saat meninjau kondisi pelabuhan Merak dalam rangkaian perjalanan kerjanya selama tiga hari, mulai hari Selasa (25/11/2014) hingga Kamis (27/11/2014) ke Merak, Lampung, dan Bengkulu.


“Harus dipikirkan kira-kira pengembangan (Pelabuhan Merak) 50 tahun ke depan seperti apa, 100 tahun ke depan seperti apa,” kata Presiden Jokowi.

Presiden juga mewanti-wanti agar pengelolaan berbagai aktifitas di Pelabuhan Merak menggunakan manajemen yang baik. Sebab, manajemen yang buruk akan turut memengaruhi distribusi logistik dari Pulau Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya. Selain itu, Pelabuhan Merak juga harus mampu membuat para pengguna jasanya merasa nyaman dan aman. 

“Pelabuhan Merak merupakan pintu gerbang Jawa ke Sumatera dan Sumatera ke Jawa,” ujarnya.
Presiden Jokowi tiba di Pelabuhan Merak pukul 08.52 WIB didampingi Ibu Negara Iriana dan sejumlah menteri Kabinet Kerja yaitu Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Negara BUMN Rini M Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Pelaksana Tugas Gubernur Banten Rano Karno, Kapolda Banten Brigjen Pol M Zulkarnaen, dan Ketua DPRD Banten Asep Rakhmatullah.
Di pelabuhan ini Jokowi sempat melakukan peninjauan terhadap beberapa fasilitas pelabuhan seperti pelayanan ticketing, gang way, dan jembatan. 

Usai melakukan peninjauan Pelabuhan Merak, Jokowi beserta rombongan menyeberang ke Bakauheuni, Lampung menggunakan kapal Port Link III milik PT ASDP Indonesia Ferry. Di atas kapal, rombongan Jokowi disambut oleh Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo beserta istri
 

 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan agar pengembangan Pelabuhan Penyeberangan Merak, Cilegon,Banten bisa untuk mengantisipasi pelayanan penumpang hingga 50 tahun ke depan, bahkan bisa untuk 100 tahun ke depan.
Pernyataan itu ia sampaikan saat meninjau kondisi pelabuhan Merak dalam rangkaian perjalanan kerjanya selama tiga hari, mulai hari Selasa (25/11/2014) hingga Kamis (27/11/2014) ke Merak, Lampung, dan Bengkulu.
“Harus dipikirkan kira-kira pengembangan (Pelabuhan Merak) 50 tahun ke depan seperti apa, 100 tahun ke depan seperti apa,” kata Presiden Jokowi.
Presiden juga mewanti-wanti agar pengelolaan berbagai aktifitas di Pelabuhan Merak menggunakan manajemen yang baik. Sebab, manajemen yang buruk akan turut memengaruhi distribusi logistik dari Pulau Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya. Selain itu, Pelabuhan Merak juga harus mampu membuat para pengguna jasanya merasa nyaman dan aman.
“Pelabuhan Merak merupakan pintu gerbang Jawa ke Sumatera dan Sumatera ke Jawa,” ujarnya.
Presiden Jokowi tiba di Pelabuhan Merak pukul 08.52 WIB didampingi Ibu Negara Iriana dan sejumlah menteri Kabinet Kerja yaitu Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Negara BUMN Rini M Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Pelaksana Tugas Gubernur Banten Rano Karno, Kapolda Banten Brigjen Pol M Zulkarnaen, dan Ketua DPRD Banten Asep Rakhmatullah.
Di pelabuhan ini Jokowi sempat melakukan peninjauan terhadap beberapa fasilitas pelabuhan seperti pelayanan ticketing, gang way, dan jembatan.
Usai melakukan peninjauan Pelabuhan Merak, Jokowi beserta rombongan menyeberang ke Bakauheuni, Lampung menggunakan kapal Port Link III milik PT ASDP Indonesia Ferry. Di atas kapal, rombongan Jokowi disambut oleh Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo beserta istri. (aliy)
- See more at: http://beritatrans.com/2014/11/25/presiden-jokowi-minta-pelabuhan-merak-dikembangkan-untuk-100-tahun-ke-depan/#sthash.WM3lk8IF.dpuf

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan agar pengembangan Pelabuhan Penyeberangan Merak, Cilegon,Banten bisa untuk mengantisipasi pelayanan penumpang hingga 50 tahun ke depan, bahkan bisa untuk 100 tahun ke depan.
Pernyataan itu ia sampaikan saat meninjau kondisi pelabuhan Merak dalam rangkaian perjalanan kerjanya selama tiga hari, mulai hari Selasa (25/11/2014) hingga Kamis (27/11/2014) ke Merak, Lampung, dan Bengkulu.
“Harus dipikirkan kira-kira pengembangan (Pelabuhan Merak) 50 tahun ke depan seperti apa, 100 tahun ke depan seperti apa,” kata Presiden Jokowi.
Presiden juga mewanti-wanti agar pengelolaan berbagai aktifitas di Pelabuhan Merak menggunakan manajemen yang baik. Sebab, manajemen yang buruk akan turut memengaruhi distribusi logistik dari Pulau Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya. Selain itu, Pelabuhan Merak juga harus mampu membuat para pengguna jasanya merasa nyaman dan aman.
“Pelabuhan Merak merupakan pintu gerbang Jawa ke Sumatera dan Sumatera ke Jawa,” ujarnya.
Presiden Jokowi tiba di Pelabuhan Merak pukul 08.52 WIB didampingi Ibu Negara Iriana dan sejumlah menteri Kabinet Kerja yaitu Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Negara BUMN Rini M Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Pelaksana Tugas Gubernur Banten Rano Karno, Kapolda Banten Brigjen Pol M Zulkarnaen, dan Ketua DPRD Banten Asep Rakhmatullah.
Di pelabuhan ini Jokowi sempat melakukan peninjauan terhadap beberapa fasilitas pelabuhan seperti pelayanan ticketing, gang way, dan jembatan.
Usai melakukan peninjauan Pelabuhan Merak, Jokowi beserta rombongan menyeberang ke Bakauheuni, Lampung menggunakan kapal Port Link III milik PT ASDP Indonesia Ferry. Di atas kapal, rombongan Jokowi disambut oleh Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo beserta istri. (aliy)
- See more at: http://beritatrans.com/2014/11/25/presiden-jokowi-minta-pelabuhan-merak-dikembangkan-untuk-100-tahun-ke-depan/#sthash.WM3lk8IF.dpuf

»»  Lanjut...

Selasa, 11 November 2014

Pengoperasian Kapal KM.Kirana II Di Merak - Bakauheni

Merak - Bakauheni - PT.Dharma Lautan Utama Cabang Merak Menambah kapal di dermaga III ,penambahan ini sebagai salah satu wujud tekad PT. DLU Untuk Semakin Eksis mengabdikan dan berkontrubusi di dunia Transfortasi  Laut atau Jasa Penyebarang

Kapal yang akan dioperasikan di Dermaga III yaitu Kapal KM.Kirana II ,yang mempunyai ukuran panjang 109 M dan lebar 17 M ber DWT  6370 tonage

Kapal KM .Kirana II ini Operasi di dermaga III sebagai pendamping KM Dharma Rucitra I,tentu dengan Layanan yang sama dengan kapal DLU yang beroperasi di Merak - Bakauheni,dengan tambahan satu armada ini PT.DLU di Lintasan Merak - Bakauheni mempunyai 4 Armada ,Yaitu KM.Musthika Kencana,KM.Dharma Kencana IX,KM.Dharma Rucitra I dan KM.Kirana II

Bagi Para Pelanggan Kapal - kapal DLU  silahkan mencoba dan menikmati pelayanan selama berlayar dengan KM.Kirana II


»»  Lanjut...

Kamis, 06 November 2014

Pembangunan JSS Khianati Hakikat Negara Kepulauan

 
Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi

RMOL. Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS)berbanding terbalik dengan kondisi Indonesia sebagai Negara Kepulauan. Dalan Negara Kepulauan, laut merupakan penghubung antar-pulau, dan bukan pemisah antar-pulau.

Karena itu, secara tegas Indonesia Maritime Institute (IMI) menolak pembangunan JSS ini. Direktur IMI, Y Paonganan, mengatakan pembangunan JSS yang akan menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera ini diperkirakan akan menelan dana 200 an trilyun. Dan pembangunan JSS adalah bentuk pengkhianatan tehadap NKRI sebagai negara kepulauan yang harusnya mengedepankan strategi maritim dalam membangun negara ini.

"Seharusnya yang dilakukan adalah meningkatkan infrastruktur maritim di Selat Sunda seperti penyebarangan Merak-Bakaehuni dan merampungkan pembangunan PIB (Pelabuhan Internasional Bojonegara) di Serang Banten," kata Paonganan, Rabu malam (31/7).

Bahkan lanjut Paonganan, JSS juga akan menghalangi ALKI Selat Sunda yang merupakan amanat dari UNCLOS 82 sebagai konsekuensi dari dicetuskannya Deklarasi Djuanda 1957. "Pemerintah jangan terlalu yakin dan ambisius dengan pembangunan  JSS, perlu dipertimbangkan faktor-faktor lainnya yang kemungkinan justru akan mempermalukan Indonesia di mata Internasional," ungkapnya.

Selain itu, Ongen, kerap Paonganan disapa, menambahkan kerawanan gempa di Selat Sunda sudah diwanti-wanti oleh pakar geologi. Aspek oseanografi juga harus diperhatikan dalam  pembangunan JSS yang bisa berpotensi mengubah pola arus yang akan berimplikasi terhadap kehidupan biota laut yang ada diperairan Indonesia.

"Penolakan kami bukan tanpa sebab, karena JSS merugikan semua sektor," tandas Ongen. [ysa]
»»  Lanjut...

Selasa, 16 September 2014

KM.Dharma Kencana IX Melaksanakan Docking Tahunan


Setelah KM.Musthika Kencana selesai Docking ,berlanjut ke KM.Dharma Kencana IX sejak tanggal 11 September off dari jadwal,berangkat ke Semarang untuk melakukan docking tahunan,bagi pelanggan Dharma Kencana IX,bisa menggunakan Kapal DLU Merak lainya,yaitu KM.Dharma Rucitra I dan Dalam waktu dekat KM.Musthika Kencana akan beroperasi lagi di merak - bakauheni

»»  Lanjut...

Rabu, 20 Agustus 2014

KM.Musthika Kencana Melaksanakan Docking Tahunan


Docking - Sejak hari Selasa Siang tanggal 19 Agustus 2014 KM.Musthika Kencana,keluar jadwal dari Dermaga I untuk melaksanakan docking tahunan di JMI Semarang,Bagi para pelanggan yang terhormat yang biasa berlangganan dengan KM.Musthika Kencana bisa mencoba ke KM.Dharma Kencana IX atau Dharma Rucitra I yang mempunyai sevice sama ,atas perhatian dan pengertiannya terima kasih
»»  Lanjut...

Selasa, 22 Juli 2014

Sosialisasi Keselamatan Pelayaran


Merak - Dalam perjalanan menggunakan alat transportasi Penumpang harus tahu Bagaimana menghadapi bahaya yang terjadi selama perjalanan,demikian pula dengan perjalanan di laut ,Tetapi pelanggan Jangan Kwatir dan ragu,Di kapal Kami Keselamatn pelayaran adalah harga mutlak yang harus kami penuhi dan laksanakan  karena kapal - kapal kami mengacu Standar International 

Sebelum Kapal kami berangkat ,disajikan Video keselamatan ,Pelanggan bisa memahami dan mengetahui bagaimana jika terjadi bahaya dilaut,setelah pelanggan melihat video keselamatan  maka akan paham dan mengerti sehingga pelanggan dapat menikmati perjalanan laut dengan tenang dan nyaman

Keselamatan Pelayaran Adalah tanggung jawab kita bersama antara operator kapal dan pelanggan pengguna kapal
»»  Lanjut...